Ngobrol Soal Bahasa Lewat Gambar

March 6, 2011

Ngobrol Panjang lebar sama salah satu temen baik gw, E.P, di rumah gw tercinta di daerah selatan jakarta. Mulai dr jam 21:00 sampe 03:00 dini hari.

Semua dimulai dr cerita ngawur ngidul soal pemaksaan keyakinan di tempat dia kerja. sampe ke soal warna dan software database kantornya.

Sesuai judul gw cuma ngebahas satu kalimat pendek yg dia bilang td:

E.P. : soalnya gini bar,  kalo udah ngomongin desain grafis brarti kita ngomongin “gambar yg  ngomong”

Well, it’s true, yg jadi masalah sekarang adalah bagaimana si gambar mengucapkannya kedalam satu bahasa yg secara mudah dimengerti masyarakat. Kita ga bs bilang ilmu ini jadi sesuatu yg eksklusif lagi. mungkin iya diawal tahun 2000-an,

Tp sekarang?   – semua orang punya komputer   – dengan nulis “Tutorial” di google aja kita bisa dapetin link2 bagus soal howto desain   -blum lagi kalo jalan2 ketoko buku, mo buku belajar program apa juga ada. Jadi dimana dong hebatnya desain grafis (DG) sekarang ini?    mungkin salah satu jawabannya adalah:

KONSEP

hal ini lah yang harus dan sewajibnya membedakan kita yg secara akademis memakan habis semua cacian, revisian, kegagalan, pujian, dan bahkan semua sejarah ga penting itu di bangku kuliah (gw ga lagi curhat)

Tetep kita juga ga bisa menutup mata soal perkembangan yg ada sekarang. Semua bibit2 baru dengan gaya2 popradikalsokkreatif dan sejenisnya itu bakalan terus muncul. Konsep ini lah yang nantinya mempermudah komunikasi gambar ke masyarakat jadi lebih mudah di terima dan dicerna, selain itu, gw juga bilang ke E.P. :

GW : ga itu aja ko. yg penting juga kita harus jaga kualitas

biar gw perjelas nih, yg penting juga adalah:

JAGA KUALITAS

ini penting menurut gw. karena seiring waktu ada kalanya kita ga sadar akan hal ini, Cuma sekedar mengingatkan. bidang DG kan benar2 ga jauh bedanya sama seniman di beberapa sisi, dan berkreasi layaknya seniman itu benar2 membutuhkan mood dan mental yg prima.

Ga bakal bisa kita berkreasi dengan indah sementara hati lagi ga mood ato lagi emosi ngadepin hidup yg berat ini, kita tetep harus PROFESIONAL!  fokus! fokus! fokus!

Gw rasa 2 hal diatas bisa dan ampuh untuk membedakan kita dengan para newbie dan yg iseng2 bisa soal DG.    Kitapun pada akhirnya bisa lebih mampu menciptakan karya yg lebih bisa dicerna dan dipahami oleh masayarakat dengan bekal konsep dan kualitas yg terus terjaga itu.

Jadi mari kita biarkan mereka berkreasi dan terus jadi tukang gambar yg jempolan, hingga saatnya mereka sadar dan kita sudah menjadi SANG KONSEPTOR

Advertisements

3 Responses to “Ngobrol Soal Bahasa Lewat Gambar”

  1. Jeprut Says:

    Alaikdis…

    Jangan lupa, mood jelek juga bisa dijadiin sumber inspiratie (siapa tau jadi banyak pake warna merah bgitu??!?)…”look at the bright side even from the dark,take advantage of anything,the world is filled with good and bad things,either way none is good and none is bad,so it leaves the neutrality which makes creating more interesting”

    Kebanyakan “DG…DG-an” atau yang jadi jadian cuma plagiat dari karya yang udah ada (well it’s true,and it’s sucks…big time),menurut gw explorasi mereka juga ngga akan sehebat kalangan D.G akademis yang cuma menganggap software software canggih sebagai alat untuk tujuan sebenarnya dengan protokol teknikal-estetika melalui metodologi desain yang menghasilkan “art work” atau “work piece” one-of-a-kind yang massive(kuantitasnya).

    “If you like it,embrace it willingly,carved it with emotions,sending out message conveying the meanings to communicate through forms and functions that fullfills the curiousity of the spectator perceiving the expression”.

    “Always remember all process always involves the creator and appreciator for without either one nothing is accomplished”.

    Menurut gw juga ngada salahnya sebebas bebasnya meng”ekspresikan” ide(asal bukan jiplakan ajah) tanpa batas profesi saat proses kreasi(menurut gw itu doktrin sekolahan ajah biar mahasiswanya selesai tugasnya tepat waktu)tapi sebagai saran aja dikala “mentok!” atau kering ide(karena kebanyakan diperes),kenapa? well…sekarang ini jaman mulai berubah lebih cepat dari pada sebelumnya(yang dulunya ngga mungkin/ngga akan mungkin nyatanya udah terwujud dan mewabah)jadi menurut gw juga kurikulum akademis udah deket tanggal kadaluarsanya,sekarang udah banyak bahan mixmedia(maksudnya dari sudut pandang konseptual),kenapa ngga mix profesi?? balik lagi deh sesuai penjelasan diatas yaitu….KONSEP!!!perlu diinget juga kalo interpretasi desain yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan harus ada(biar terwujud karyanya,kalo ngga cuma nambah konde dikepala atau ngabisin kertas buat sketsa ajah…kecuali pake kertas bekas tentunya)ide bebas juga bisa bikin lupa daratan,tapi cuek aja kalo lagi proses konsep,yang penting tahap selanjutnya yang nyangkut masalah dedline,budget,dll…atau disebut dikalangan dzigh!!!ner akademis batasan Dzigh!!!(tapi kalo ide/konsepnya banyak tinggal kurang kurangin ajah,no problem…stok banyak,udah timbun ammo)yang penting ide/konsep sebebasnya(free your heart and free your mind,then put a shackle)

    “Design is thinking made visual!” -Saul Bass-
    and
    “Too much ego will kill your talent”

    Pantang menyerah :

    “Ever tried,ever failed,no matter,try again,fail again…fail better”(because without failure,you’ll never learn) -samuel beckett-

    “So fuck coke,let’s get high on design!” -wordboner.com-

    ….”fiuh!”….all those quotes…yummy…”slurp!”…

  2. Jeprut Says:

    Ur welcome maman…anytime 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: